gambar: freepik.com
7 Kesalahan Saat Memilih KPR yang Harus Dihindari
Beli rumah pakai KPR memang jadi solusi buat banyak orang yang ingin punya hunian sendiri tanpa harus keluarin uang ratusan juta di muka. Tapi jangan sampai gegabah, karena salah pilih KPR bisa bikin finansial berantakan bertahun-tahun!
Banyak orang yang masih belum paham soal produk KPR, sehingga sering melakukan kesalahan dalam proses pemilihannya. Akibatnya, cicilan bisa membengkak, tenor jadi lebih lama dari yang seharusnya, atau malah kena bunga yang lebih tinggi dari perkiraan awal.
Nah, biar nggak salah langkah, yuk simak 7 kesalahan saat memilih KPR yang harus dihindari!
1. Terburu-buru Memilih KPR
Saking semangatnya ingin punya rumah, banyak orang yang langsung ambil KPR pertama yang ditawarkan. Padahal, memilih KPR yang tepat sama pentingnya dengan memilih rumah yang cocok.
Jangan terburu-buru! Luangkan waktu untuk riset dan bandingkan berbagai pilihan KPR yang ada. Pastikan Anda memilih yang paling sesuai dengan kondisi finansial dan kebutuhan.
2. Langsung Ambil KPR dari Pengembang Tanpa Pertimbangan
Banyak pengembang menawarkan KPR dari bank rekanan mereka dengan iming-iming promo menarik, seperti proses lebih cepat atau bunga rendah. Tapi, jangan langsung tergiur.
Belum tentu KPR yang ditawarkan pengembang adalah yang terbaik buat Anda. Coba bandingkan dengan produk KPR dari bank lain, siapa tahu ada yang lebih menguntungkan.
3. Tidak Melakukan Riset dan Perbandingan
Setiap bank punya produk KPR dengan fitur dan bunga yang berbeda-beda. Jika tidak melakukan riset, Anda bisa saja terjebak dengan skema yang kurang menguntungkan.
Manfaatkan internet untuk membandingkan suku bunga, tenor, plafon, dan simulasi cicilan dari berbagai bank. Dengan begitu, Anda bisa menemukan KPR yang benar-benar cocok dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
4. Tidak Paham Produk KPR
Sebelum mengambil KPR, penting untuk memahami cara kerja produk ini. Jangan sampai Anda asal tanda tangan tanpa tahu skema bunga, biaya tambahan, atau ketentuan lainnya.
Pelajari jenis-jenis KPR, cara perhitungan cicilan, dan persyaratan yang dibutuhkan. Semakin banyak informasi yang Anda miliki, semakin kecil kemungkinan Anda salah pilih.
5. Tidak Memperhatikan Bunga Floating
Banyak bank menawarkan bunga tetap (fixed) dalam beberapa tahun awal, lalu berubah menjadi bunga floating yang mengikuti suku bunga acuan. Nah, sering kali calon pembeli hanya fokus pada bunga tetap tanpa mempertimbangkan bunga floating yang bisa jauh lebih tinggi.
Pastikan Anda mengetahui suku bunga floating yang berlaku setelah masa bunga tetap habis. Ini penting agar Anda bisa memperhitungkan besaran cicilan di masa depan dan menghindari lonjakan yang tidak terduga.
6. Mudah Tergoda Promo DP 0%
Promo uang muka 0% memang menggiurkan, tapi ada konsekuensinya. Biasanya, Anda diwajibkan menggunakan KPR dari bank tertentu, yang belum tentu menawarkan skema paling menguntungkan.
Selalu periksa suku bunga dan skema cicilan sebelum mengambil promo DP 0%. Jangan sampai terjebak dalam cicilan yang terlalu tinggi atau tenor yang lebih panjang dari yang seharusnya.
7. Tidak Menyiapkan Biaya Tambahan untuk Pengajuan KPR
Banyak orang yang hanya menyiapkan DP rumah tanpa mempertimbangkan biaya tambahan yang diperlukan saat pengajuan KPR. Akibatnya, mereka kelabakan ketika harus membayar biaya administrasi, appraisal, notaris, dan lain-lain.
Siapkan dana tambahan sekitar 6-10% dari plafon KPR untuk menutup biaya-biaya ini. Dengan begitu, proses pengajuan dan akad kredit bisa berjalan lancar tanpa hambatan.
Kesimpulan:
Mengajukan KPR adalah langkah besar yang harus dilakukan dengan perhitungan matang. Jangan sampai tergesa-gesa atau tergoda promo tanpa mempertimbangkan dampaknya dalam jangka panjang. Dengan menghindari 7 kesalahan di atas, Anda bisa mendapatkan KPR yang lebih aman dan sesuai dengan kondisi finansial. Selamat berburu rumah impian!
No comments:
Post a Comment